1. Nama saya Renaldi, lahir pada tanggal 6 September 1981 di kabupaten Biren yang terletak di kota Aceh utara. Dari akhiran nama kota tersebutlah orang tua saya memberi nama saya Renaldi. Keluarga kami sebenarnya merupakan suku Jawa karena ayah saya berasal kota Malang dan ibu saya berasal dari kota Salatiga. Kebetulan pada saat itu ayah saya yang berprofesi sebagai perwira TNI AD sedang bertugas di daerah tersebut. Ayah saya sudah meninggal pada tahun 2004 karena terkena serangan jantung, sedangkan ibu saya masih hidup dan sekarang berdomisili di Jakarta. Saya anak ketiga dari tiga bersaudara, kakak saya yang pertama adalah seorang perempuan sekarang bekerja di salah satu Bank pemerintah di Jakarta, beliau sudah berkeluarga dikaruniai seorang putera berusia 5 tahun. Sementara kakak saya yang nomor dua adalah seorang perwira TNI AD berpangkat Kapten berdinas di Kodam Jaya Jakarta. Beliau sudah menikah dikarunai seorang putera berusia 7 tahun.
2. Pada usia 9 bulan saya diboyong ayah saya pindah ke pulau dewata Bali tepatnya di kota Denpasar. Saya tinggal di asrama militer dekat pantai kuta, sayang sekarang asrama tersebut sudah tidak ada karena sudah menjadi sebuah Hotel berbintang. Masa kecil saya sangat menyenangkan dan meninggalkan memori yang manis di hati hingga sekarang. Ayah saya sering mengajak kami mengunjungi tempat-tempat wisata yang indah di pulau Bali. Dilain sisi saya juga mendapat didikan yang sangat disiplin dari orang tua saya, saya sudah dididik bertanggung jawab dan disiplin terhadap berbagai hal sejak kecil. Awalnya saya sangat merasa tertekan dengan didikan seperti itu, tidak seperti teman-teman seusia saya, namun dapat saya rasakan hasilnya sekarang setelah saya dewasa ternyata sangat bermanfaat untuk diri saya agar bisa bertahan hidup menjalani tantangan hidup yang semakin kompleks.
Masa Sekolah
3. Pada umur 5 tahun saya masuk sekolah taman kanak-kanak di salah satu TK milik yayasan AD yang terletak di kota Denpasar, tepatnya di TK Persit Kartika Chandra. Setelah dibangku taman kanak-kanak selama satu tahun, saya langsung melanjutkann ke Sekolah Dasar masih dikota dan sekolah yang sama sampai dengan kelas 3 SD. Kemudian dilanjutkan Sekolah ke Cimahi propinsi Jawa Barat mengikuti ayah saya karena melaksanakan panggilan sekolah Seskoad selama 9 bulan. Setelah selesai menjalani pendidikan di Seskoad saya diboyong kembali ke Bali dan melanjutkan sekolah ditempat yang sama dengan sekolah saya yang lama yaitu SD Persit Kartika Chandra. Tidak berselang lama lagi-lagi saya harus pindah sekolah ke Cimahi karena ayah saya mendapatkan penugasan di lembaga pendidikan Pusdikpom menjadi tenaga pengajar. Di kota Cimahilah saya menamatkan sekolah tingkat dasar dengan hasil yang cukup membanggakan, walaupun saya harus berpindah-pindah sekolah.
4. Pada saat saya tamat sekolah dasar pada tahun 1993, saya berpikir akan melanjutkan sekolah di kota yang sama karena saya sudah mulai betah dan memiliki seorang sahabat di Cimahi. Namun saya kaget sewaktu mendengar kabar dari ibu saya karena saya harus melanjutkan sekolah ke Jayapura, tentu saja hal ini membuat saya dan kakak-kakak saya sedih karena bayangan kita semua Jayapura adalah kota yang primitif penuh dengan hutan dan tidak ada bangunan. Dengan menggunakan pesawat C-130 hercules saya dan keluarga berangkat dari Lanud Abdurrachman Saleh menuju Jayapura. Disana saya melanjutkan sekolah di SMPN I Jayapura utara dekat dengan stadion Mandala. Ternyata kota Jayapura sangat indah, banyak sekali terdapat lokasi bertamasya yang masih alami. Disana saya harus beradaptasi lagi dengan bahasa dan budaya penduduk setempat. Dengan berjalannya waktu, saya mulai dapat berintegrasi dengan teman-teman penduduk asli Jayapura ternyata mereka sangat polos dan ramah tidak seperti penamilan mereka. Dari pengalaman ini saya mendapat pelajaran berharga bahwasannya jangan menilai seseorang dari kulit luarnya saja.
5. Setelah dua tahun sekolah di Jayapura, dengan berat hati lagi-lagi saya harus pindah sekolah. Saat itu seharusnya saya mengikuti orang tua saya untuk pindah ke Jakarta namun untuk mendapatkan sekolah Negeri di Jakarta tidaklah mudah, maka orang tua saya berinisiatif menitipkan saya kepada nenek saya di Salatiga propinsi Jawa Tengah. Dikota inilah saya menamatkan pendidikan SMP pada tahun 1996 dengan hasil yang baik.
6. Dengan bermodalkan hasil Nem yang cukup tinggi akhirnya saya dapat melanjutkan sekolah SMA Negeri di Jakarta. Pada saat penjurusan, nilai saya memenuhi syarat untuk mendapatkan jurusan IPA. Pada masa-masa SMA inilah saya mulai mengenal yang namanya berpacaran atau lebih dikenal cinta monyet namun saya tetap bertekad kepada tujuan semula yaitu masa depan. Cita-cita saya mulai kecil adalah menjadi seorang perwira TNI mengikuti jejak orang tua saya. Mulai dari kelas dua SMA saya sudah disiapkan orang tua saya secara ketat untuk berlatih fisik dan belajar agar tidak mengalami kesulitan pada saat mengikuti seleksi AKABRI. Disaat teman sebaya saya asyik bermain, saya justru melaksanakan kegiatan-kegiatan fisik dilatih langsung oleh ayah saya.
7. Pada tahun 1999 saya tamat SMA dan langsung mendaftarkan diri ke Kodam Jaya untuk menjadi seorang Taruna AKABRI. Berkat bimbingan dan pelatihan dari ayah saya, perjalanan seleksi dapat berjalan dengan lancar. Saya bersyukur kepada Tuhan karena cita-cita saya dapat tercapai berkat karuniaNya. Selama menjalani pendidkan di AKABRI UDARA semuanya dapat berjalan dengan lancar sesuai harapan. Pada saat saya Kopral Taruna, pada tahun 2000 ABRI mengalami reformasi dan berpisah dengan Polri sehinnga AKABRI berubah nama menjadi AAU. Saya lulus AAU pada tahun 2002 di lantik di Istana Negara oleh Presiden RI pada saat itu dijabat oleh ibu Megawati Soekarno Putra.
Penugasan
8. Setelah dilantik Letnan Dua, saya mendapatkan penugasan di berbagai tempat, yaitu yang pertama di Skatek 022 Lanud Abdurrachman Saleh selama tiga tahun sebagai Ka TB namun ditengah-tengah masa dinas tersebut saya mendapatkan kepercayaan menjadi ADC Pangkoopsau II selama satu tahun. Selanjutnya saya mendapatkan penugasan di Lanud Medan sebagai Kepala Pengadaan. Setelah kurang lebih tiga tahun saya mendapatkan penugasan baru tetap di kota Medan yaitu Kosekhanudnas III hingga sekarang. Selama berdinas di Kosekhanudnas III saya sudah mengalami dua kali mutasi jabatan yaitu yang semula menjadi PS. Pabanda minmat menjadi Kepala Pengadaan.
9. Saya menikah pada tanggal 11 Januari 2008 dengan gadis yang saya kenal bernama Syafiana Putri, kini dia bekerja sebagai seorang PNS yang bertugas di Dispenda kota Medan. Istri saya anak ketujuh dari 7 bersaudara dimana kebetulan istri saya adalah anak bungsu sama seperti saya. Pada saat ingin menikah istri saya masih bekerja menjadi pegawai di salah satu Bank milik pemerintah daerah tapi karena ikatan dinas terpaksa istri saya harus meninggalkan pekerjaannya.
10. Hingga saat ini kami sudah dikaruniai dua anak perempuan, anak yang pertama berusia 3 tahun sudah mengikuti playgroup di Medan sedangkan anak perempuan saya yang nomor dua masih berusia 1 tahun. Sekarang kami tinggal di Rumah dinas Lanud Medan Jalan Garuda No B 13 bersama ibunya.
11. Saya dan istri saya memiliki kegemaran yang berbeda, saya sangat menyukai olah raga sepak bola sedangkan istri saya sangat melarang saya bermain sepak bola. Hal ini mungkin disebabkan kekhawatiran yang berlebihan terhadap kondisi saya. Istri saya sendiri lebih memilih untuk melaksanakan olah raga berenang bersama anak-anak tercinta. Harapan kami sekeluarga dapat selalu hidup bersama dengan penuh suka maupun duka dan membesarkan puteri-puteri kami bersama agar menjadi orang yang sukses kelak.
Penutup
12. Demikian perkenalan diri ini kami buat, semoga dapat memberikan sedikit gambaran tentang diri saya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar